Inilah Cara Mendiagnosis Kanker Mulut yang Harus Anda Tahu

Inilah Cara Mendiagnosis Kanker Mulut yang Harus Anda Tahu

Posted on

Kanker mulut merupakan salah satu penyakit kanker yang proses perkembangannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebelum ciri-ciri kanker mulut ini terlihat jelas, kanker ini membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi kanker mulut yang ganas.

Dalam proses mendiagnosis kanker mulut yang terjadi, dokter akan menanyakan gejala-gejala kanker mulut yang mungkin Anda alami. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi mulut Anda.

Dokter juga harus merasakan terjadinya perubahan jaringan yang terjadi secara tidak teratur. Hal ini bisa saja terjadi pada leher, kepala, wajah, dan juga rongga mulut. Saat memeriksa kondisi mulut Anda, dokter harus mencari luka dalam mulut atau jaringan yang mengalami perubahan warna. Intinya dokter harus memperhatikan gejala-gejala kanker mulut yang mungkin terjadi.

Jika Anda memang diduga mengalami kanker mulut, maka Anda akan dianjurkan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sebenarnya ada atau tidak sel-sel kanker dalam diri Anda.

Inilah Cara Mendiagnosis Kanker Mulut yang Harus Anda Tahu

Untuk mengetahui penjelasan lengkap terkait biopsi dalam diagnosis kanker mulut ini, Anda perlu mengetahui tentang metode biopsi yang tersedia sekarang ini. Simaklah ulasannya di bawah ini.

Metode Biopsi dalam Diagnosis Kanker Mulut.

1.  Biopsi insisi

Pada metode biopsi insisi ini, penderita kanker mulut akan diberikan anestesi lokal pada area yang akan dilakukan insisi. Selanjutnya, dokter akan menyayat sebagian kecil bagian yang akan diperiksa. Luka bekas sayatan ini nantinya akan dijahit kembali.

2. Sitologi aspirasi jarum halus

Sitologi aspirasi jarum halus disebut juga dengan fine needle aspiration cytology atau FNAC. Metode biopsi ini sering dipilih apabila terjadi pembengkakan pada daerah leher. Pembengkakan ini diduga berasal dari sel kanker yang ada dalam mulut. Prosedur FNAC ini dilakukan bersamaan waktunya dengan pemeriksaan ultrasonografi.

3. Nasendoskopi

Nasendoskop adalah sebuah alat yang berbentuk tabung pipih panjang dan fleksibel dengan disertai kamera di ujungnya. Alat ini dapat dimasukkan dari hidung sampai ke tenggorokan. Prosedur nasendoskopi ini dilakukan saat diduga ada sebuah keganasan di area hidung, tenggorokan, atau pita suara. Penderita kanker mulut akan diberikan anestesi lokal, yakni berupa semprotan sebelum prosedur nasendoskopi ini dilakukan.

4. Panendoskopi

Prosedur panendoskopi dilakukan dengan menggunakan anestesi umum seperti biasanya. Proses dari panendoskopi ini juga hampir sama dengan nasendoskopi. Hanya saja, pada prose panendoskopi, tabung yang digunakan berukuran lebih besar. Dengan prosedur panendoskopi ini, dokter akan mendapat gambaran yang lebih jelas terkait kondisi di sekitar hidung dan tenggorokan. Selain itu, prosedur ini juga dapat mengangkat tumor-tumor yang berukuran kecil.

Demikianlah penjelasan detail terkait metode biopsi yang digunakan dalam mendiagnosis kanker mulut. Anda perlu mengetahui hal ini untuk dijadikan sebuah pelajaran. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.deherba.com/