Auto Draft

Contoh Laporan Perjalanan Dinas

Posted on

Setiap lembaga yang berada di bawah Pemerintah ketika melakukan perjalanan Dinas hendaknya perlu membuat sebuah laporan. Jika Anda bingung membuat susunan laporan dalam sebuah perjalanan Dinas, berikut adalah contoh laporan perjalanan Dinas.

Contoh laporan perjalanan Dinas di bawah ini dimulai dari BAB II mengenai pelaksanaan kegiatan. Jangan lupa dalam sebuah laporan hendaknya disertai lampiran berupa foto ataupun bukti-bukti dalam perjalanan Dinas lainnya.

Auto Draft

Contoh Laporan Perjalanan Dinas

BAB II

PELAKSANAAN

A. Tahap I : Persiapan

  1. Penyusunan dan pengajuan kegiatan;
  2. Pembentukan Panitia;
  3. Penyusunan Run Down / Susunan Acara;
  4. Persiapan sarana dan prasarana;
  5. Persiapan Administrasi :
  • Mengundang peserta;
  • Mengundang narasumber;
  • Menyiapkan daftar hadir peserta dan narasumber;
  • Menyiapkan tanda terima perlengkapan peserta.

B. Tahap II : Pelaksanaan

12 Oktober 2017

  1. Registrasi Kegiatan;
  2. Panitia, Narasumber, dan 20 (dua puluh) orang peserta berada di ruangan kegiatan;
  3. Pembacaan do’a;
  4. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;
  5. Sambutan Pembukaan;
  6. Paparan Kepala BNNK Yk, AKBP. Siti Alfiah, S.H., S.Psi tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba;
  7. Tanya jawab kepada Kepala BNNK Yk, AKBP. Siti Alfiah, S.H., S.Psi dipandu moderator;
  8. Paparan Dosen Universitas Amikom Yogyakarta, Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng tentang ‘Motivasi dan Energi Positif’;
  9. Tanya jawab kepada Dosen Universitas Amikom Yogyakarta, Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng dipandu moderator;
  10. Penyusunan Rencana Aksi ( Action Plan ) oleh Kasi P2M BNN Kota Yogyakarta dipandu  Susilo Budisantoso, S.H., M.H, sebagai moderator.

C. Tahap III : Penutupan

  1. Penutup :
  • Ceremonial Penyerahan Sertifikat Penutupan
  • Kesimpulan
  • Do’a

D. Tahap IV : Evaluasi

  1. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan, seberapa jauh tingkat keberhasilan dan hambatan yang ditemui, yang kemudian dilakukan upaya tindak lanjut penjelasan masalah/hambatan;
  2. Pelaksanaan supervisi oleh BNN Kota Yogyakarta terhadap hasil kegiatan Pengembangan Kapasitas di Instansi Pemerintah.

E. Waktu dan Tempat

Kegiatan “PENGEMBANGAN KAPASITAS DI LINGKUNGAN MASYARAKAT” dilaksanakan pada tanggal  12 Oktober 2017 di Hotel Tjokro Style Yogyakarta.

F. Peserta

Kegiatan Pengembangan Kapasitas di Lingkungan Masyarakat mengundang dua puluh orang (20) orang perwakilan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) dari tujuh (7) Kelurahan di wilayah Kecamatan Umbulharjo

G. Narasumber dan Materi

Narasumber dan materi pada acara “Pengembangan Kapasitas di Lingkungan Masyarakat” adalah sebagai berikut:

1. Judul         : Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)

Narasumber  : AKBP. Siti Alfiah, S.H., S.Psi ( Kepala BNN Kota Yogyakarta)

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

  1. Narasumber memaparkan perang terhadap narkoba secara nasional;
  2. Narasumber memaparkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kota Yogyakarta
  3. Narasumber memaparkan jenis-jenis dan efek narkotika;
  4. Narasumber menjelaskan faktor penyebab penyalahgunaan narkoba;
  5. Narasumber menjelaskan dampak-dampak penggunaan NAPZA;
  6. Narasumber menjelaskan bagaimana perlindungan pelapor;
  7. Narasumber menjelaskan bagaimana pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi;
  8. Narasumber menjelaskan bahwa narkoba merupakan masalah bersama;
  9. Narasumber menjelaskan beberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan seorang penggerak/ penggiat;
  10. Narasumber menutup sesi materi dengan membuka sesi tanya jawab.

2. Judul         : Motivasi dan Energi Positif

Narasumber  : Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng (Dosen Universitas Amikom Yogyakarta )

Disampaikan di kelas besar kepada seluruh peserta.

  1. Narasumber menjelaskan tentang dua faktor penting dalam pengembangan kapasitas yang terdiri dari manajemen pikiran, manajemen tindakan, dan manajemen lisan;
  2. Narasumber menjelaskan pesan pertama dalam komunikasi yaitu belajar tersenyum;
  3. Narasumber menjelaskan prinsip dasar komunikasi;
  4. Narasumber menjelaskan tentang cara kerja pikiran diantaranya pikiran sadar dan bawah sadar;
  5. Narasumber menjelaskan tentang menembus pikiran bawah sadar;
  6. Narasumber menjelaskan tentang cara menembus pikiran bawah sadar orang lain;
  7. Narasumber menjelaskan tentang manajemen tindakan;
  8. Narasumber menjelaskan tentang menggapai critical factor;

BAB III

KESIMPULAN DAN PENUTUP

1. Kesimpulan

Pelaksanaan kegiatan “Pengembangan Kapasitas di Instansi Pemerintah” telah berjalan dengan lancar dengan kesimpulan sebagai berikut:

  • Para peserta kegiatan terdiri dari 20 (dua puluh) orang yang merupakan perwakilan dari Babinsa, Babinkamtibmas, dan perangkat Kelurahan di wilayah Kecamatan Umbulharjo;
    1. Narasumber memberikan materi secara interaktif melalui tayangan presentasi, fotokopi materi yang dibagikan kepada peserta, dan diskusi interaktif didampingi oleh moderator;
    2. Para peserta aktif melakukan tanya jawab kepada narasumber saat pelaksanaan;
    3. Dalam sesi diskusi interaktif terdapat beberapa tanggapan, masukan dan pernyataan dari peserta kegiatan antara lain:
  • Tidak setuju kalau penyuluhan di Remaja. Penyuluhan lebih tepat menyasar ke orang tua karena penentu baik buruk remaja adalah orang tua. Maka dari itu penting untuk memberikan penyuluhan ke orang tua;
  • Orang tua memberi contoh yang bagus untuk anaknya sebagai bentuk keteladanan orang tua;
  • Di wilayah tempat tinggal salah satu penggiat terdapat seorang alim ulama, dosen, terkenal, mempunyai anak yang bermasalah dengan narkoba karena sikap disiplin tinggi dari orang tuanya;
  • BNN diharapkan mampu terjun lebih ekstra untuk menciptakan Giwangan yang bebas narkoba;
  • Kerawanan di wilayah Muja muju cukup memprihatinkan, sampai-sampai ada orang tua yang mohon ijin ke Kelurahan untuk menjenguk anaknya di LP Nusakambangan. Kerawanan tersebut membuat sosialisasi penting untuk dilakukan;
  • Terkadang program P4GN tidak menjadi perhatian khusus bagi pimpinan instansi. Untuk meyakinkan pimpinan instansi bahwa program P4GN penting untuk dilakukan misalnya dengan cara meyakinkan pimpinan dengan memberikan potret kerawanan secara langsung, disertai bukti otentik terjadinya kerawanan tersebut. Hal tersebut menjadi dasar yang kuat untuk meyakinkan pimpinan untuk menegakkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN);
  • Untuk mengajak teman agar mau bersama berperang narkoba adalah dengan menyamakan persepsi, visi dan misi serta sesuai dengan bidang tugasnya (fungsi pencegahan);
  • Di wilayah Giwangan terdapat korban penyalahgunaan narkoba sampai meninggalnya orang tua pecandu. Sehingga perlu diadakan sosialisasi;
  • Tindakan pemberantasan yang mudah untuk dilakukan antara lain terjun di lapangan untuk mengarahkan anak-anak/ remaja agar menjauhi narkoba; memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah; ketika ada yang sudah kecanduan bersama Kamtib dibawa ke BNN;
  • Zona merah di Yogyakarta Depok, tetapi tidak menutup kemungkinan daerah lain ada yang mengikuti. Pelajar yang ada di kos-kosan sangat rawan terjadi lahgun narkoba apalagi jika tidak ada induk semangnya;
  • Narkotika sudah mengancam dunia dan sudah bisa menjadi senjata untuk melumpuhkan lawan. Terbukti dengan tertangkapnya pelaku/ bandar yang berasal dari negara asing. untuk itu diperlukan tindakan preventif berupa penyuluhan agar jangan ada generasi penerus yang menjadi korban. Strateginya adalah dengan demand reduction dan supply reduction, penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat jera.
  • Pecandu Narkoba bisa dipulihkan dengan niat dari diri sendiri. Tidak ada kata sembuh dalam Narkoba, adanya PULIH;
  • Untuk menyikapi ketidaktersediaan anggaran:dengan mengedepankan koordinasi dengan instansi untuk menganggarkan. “Ndompleng” dengan kegiatan lain sehingga tidak mengeluarkan biaya;
  • Wilayah Kelurahan Sorosutan telah melakukan upaya penanggulangan melalui kerjasama dengan sekolah dalam bentuk sidak, menjalin komunikasi dengan RW dan mendapat informasi bahwa telah terjadi kasus narkoba di wil. Sorosutan;

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan perjalanan Dinas yang dikutip dari website Academic Indonesia. Semoga bermanfaat.