Auto Draft

Contoh Laporan Neraca

Posted on

Sebuah perusahaan atau bisnis pasti memerlukan laporan neraca untuk mengetahui sirkulasi keuangan yang ada. Bagi Anda yang bingung ingin bagaimana cara menulis laporan neraca, berikut adalah ulasan mengenai contoh laporan neraca bagi Anda.

Mengetahui komponen yang ada dalam laporan neraca sangat penting untuk dipelajari. Komponen inilah yang nantinya akan ditulis dalam laporan neraca keuangan sebuah perusahaan. Untuk lebih jelasnya, simak contoh laporan neraca yang diambil dari situs Academic Indonesia di bawah ini :

Pengertian Neraca 

Definisi neraca secara harfiah artinya adalah timbangan. Sementara neraca dalam Bahasa inggris adalah balance sheet atau lembar keseimbangan. Maka dari itu, bila diartikan laporan neraca adalah jumlah aktiva yang harus seimbang dengan jumlah kewajiban ditambah dengan modal.

Sementara dalam bukunya, James van Horne mengatakan bahwa pengertian neraca adalah ringkasan mengenai posisi keuangan perusahaan. Neraca menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah dengan total ekuitas pemilik. Laporan ini ditulis pada tanggal tertentu sesuai yang terjadi.

Auto Draft

Laporan neraca sendiri masuk dalam bidang akuntansi. Akuntansi sendiri merupakan suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi atau perusahaan.  

Adapun hasil dari kegiatan akuntansi adalah berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca (balance sheet), laporan laba rugi (income statement), dan terakhir laporan arus kas. Nah, karena yang akan diulas adalah laporan neraca, maka ada dua bentuk penyajian laporan neraca yaitu skontro/rekening dan stafel / laporan.

Bentuk laporan neraca staffel ditulis dalam bentuk susunan ke bawah dan meletakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debit kredit. Sementara bentuk laporan neraca skontro memisahkan antara aktiva dan pasiva pada posisi kanan dan kiri.

Akun-Akun Neraca

Dalam laporan neraca disajikan berbagai informasi yang berkaitan dengan komponen yang riil yang ada. Secara lengkap, informasi yang harus Anda sajikan dalam laporan neraca adalah meliputi :

  1. Jenis-jenis aktiva atau harta yang dimiliki
  2. Jumlah rupiah masing-masing jenis aktiva
  3. Jenis-jenis kewajiban atau utang
  4. Jumlah rupiah masing-masing jenis kewajiban atau utang
  5. Jenis-jenis modal
  6. Jumlah rupiah masing-masing jenis modal

Adapun komponen dalam suatu aktiva dibagi menjadi:

  1. Aktiva tetap
  2. Aktiva lancar

Sementara kewajiban atau utang dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :

  1. Kewajiban lancar (utang jangka pendek)
  2. Utang jangka panjang

Adapun komponen modal terdiri dari :

  1. Modal setor
  2. Laba yang ditahan

Komponen Besar Neraca

Komponen-komponen neraca yang pada umumnya perlu ditulis adalah :

  1. Aktiva lancar

Aktiva lancar sendiri terdiri dari 10 komponen di antaranya:

  1. Kas
  2. Rekening pada bank (rekening giro dan rekening tabungan)
  3. Deposito berjangka (time deposit)
  4. Surat-surat berharga (efek-efek)
  5. Piutang
  6. Pinjaman yang diberikan
  7. Sediaan
  8. Biaya yang dibayar di muka
  9. Pendapatan yang masih harus diterima
  10. Aktiva lancar lainnya

2. Aktiva tetap terdiri dari

Aktiva tetap terdiri dari 2 aktiva yakni aktiva tetap berwujud dan juga aktiva tetap tidak berwujud

Aktiva tetap berwujud terdiri dari 6 komponen yakni:

  1. Tanah
  2. Mesin bangunan
  3. Peralatan
  4. Kendaraan
  5. Akumulasi penyusutan
  6. Aktiva tetap lainnya

Sementara aktiva tetap tidak berwujud terdiri dari 4 komponen yaitu

  1. Goodwill
  2. Hak cipta
  3. Lisensi
  4. Merek dagang

3. Aktiva lain

Komponen selanjutnya adalah aktiva lain yang terdiri dari antara lain :

  1. Gedung dalam proses
  2. Tanah dalam penyelesaian
  3. Piutang jangka panjang
  4. Utang jaminan
  5. Uang muka investasi

Setelah aktiva, komponen selanjutnya adalah komponen utang (kewajiban) serta modal (ekuitas) yang tergambar dalam kondisi pasiva sebagai berikut :

1. Utang lancar

Utang lancar adalah kewajiban jangka pendek yang terdiri dari :

  1. Utang dagang
  2. Utang wesel
  3. Utang bank
  4. Utang pajak
  5. Biaya yang masih harus dibayar
  6. Utang sewa guna usaha
  7. Utang dividen
  8. Utang gaji
  9. Utang lancar lainnya

2. Utang jangka panjang

Utang jangka panjang terdiri dari :

  1. Utang hipotek
  2. Utang obligasi
  3. Utang bank jangka panjang
  4. Utang jangka panjang lainnya

3. Ekuitas

Sementara untuk ekuitas terdiri dari :

  1. Modal saham
  2. Agio saham
  3. Laba ditahan
  4. Cadangan laba
  5. Modal sumbangan

Cara Menyusun Laporan Neraca

 Nah, untuk menulis laporan neraca berbentuk skontro (account form) maka posisi aktiva pada neraca disajikan pada sisi kanan secara berurutan dari atas ke bawah untuk neraca. Sisi kanan terdiri dari aktiva dan sisi kiri terdiri dari kewajiban dan ekuitas.

Adapun untuk neraca yang berbentuk laporan (report form) penyusunannya dimulai dari atas secara berurutan ke bawah yaitu dimulai dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

Untuk menyusun neraca maka mulailah dari yang paling lancar, yaitu mulai dari aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lainnya. Ingat bahwa komponen yang terkandung dalam aktiva lancar adalah kas, bank, surat-surat berharga, piutang, sediaan dan lainnya.

Sementara untuk aktiva tetap terbagi dua, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Komponen yang ada di aktiva tetap berwujud adalah tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan dan lainnya.

Sedangkan komponen yang ada dalam aktiva tidak berwujud seperti hak paten, goodwill, opsi, hak cipta, lisensi, merek dagang dan lainnya.

Untuk posisi paling bawah isilah oleh aktiva lainnya di mana posisi paling bawah artinya tidak tergolong dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Sebagai contohnya adalah bangunan dalam proses, piutang jangka panjang, tanah dalam penyelesaian, uang jaminan dan sebagainya.

Kemudian di sebelah kiri neraca, isilah dengan kewajiban atau utang dan modal atau ekuitas perusahaan. Nah, kewajiban untuk neraca yang berbentuk skontro komponennya dimulai dari kewajiban (utang) jangka pendek atau lancar.

Penyusunan di atas artinya utang yang memiliki jangka waktu tidak lebih dari satu tahun seperti utang dagang, utang wesel dan utang bank.

Nah, di bawah utang jangka pendek adalah utang jangka panjang. kewajiban atau utang jangka panjang merupakan utang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun seperti obligasi, hipotek atau utang bank dengan jangka waktu lebih dari satu tahun lamanya.

Posisi terakhir yang perlu Anda susun adalah di sisi kiri neraca tulislah mengenai besaran modal perusahaan atau ekuitas (equity). Komponen dari modal perusahaan sendiri terdiri dari modal setor, laba ditahan, cadangan laba, hibah, atau lainnya.