Auto Draft

Ayo Belajar Daftar Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Posted on

Blue chips merupakan jenis saham yang dilihat dari segi nilai modal. Merujuk dari New York Stock Exchange, saham blue chip diartikan sebagai saham perusahaan yang memiliki reputasi baik, kualitas, kapabilitas, serta kehandalan, dan perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan dalam segala kondisi ekonomi (baik atau buruk). Tentunya pendapatan dari saham tersebut mungkin lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang diberikan bank. Deposito juga termasuk jenis investasi yang umum.

Auto Draft

Asal muasal nama blue chip

Istilah blue chip sebenarnya berasal dari permainan poker. Dalam game tersebut terdapat potongan warna yang berbeda-beda, seperti biru, putih, dan merah. Umumnya, biru adalah chip dengan nilai terbesar. Dari hal itulah Oliver Gingold memperkenalkan istilah tersebut di bursa saham pada kisaran 1923 atau 1924 dan mengamati perdagangan saham pada saat itu.

Dilihat dari tren perdagangan yang ia lihat, Oliver Gingold sangat tertarik dengan perdagangan saham. Harganya pun sangat tinggi, yaitu berkisar antara USD 200 hingga USD 250 per lembar. Setelah itu, dia kembali ke tempat kerjanya dan meminta temannya menuliskan blue chip stock (saham kepingan biru). Dari sanalah istilah “saham blue chip” menjadi dikenal luas dan digunakan oleh para pemain saham.

Saham blue chip pada Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sebutan saham blue chip bisa merujuk pada saham terpercaya sebab nilai modalnya yang relatif tinggi. Para ahli di bidangnya mengatakan bahwa saham blue chip lebih aman dibandingkan dengan bentuk atau tipe saham lainnya. Selain namanya "Blue Chip" (saham blue chip atau kepingan biru), saham ini juga disebut dengan istilah Big Caps (saham unggulan). Di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri, saham tersebut merupakan saham perusahaan yang dapat menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Blue chip sebuah perusahaan memiliki nilai dasar yang begitu kuat dalam hal keuangan dan manajemen dan memungkinkan perusahaan membagikan dividen dengan nilai yang memuaskan secara berkala. Beberapa nama perusahaan yang tergolong memiliki saham Blue Chips di BEI, yaitu PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Astra International, Tbk. (ASII), dan PT Unilever (TBB) (UNVR).

Secara total ada 45 perusahaan yang memiliki saham Blue Chips di BEI yang kemudian disebut indeks LQ45. Perusahaan yang masuk dalam list tersebut akan dievaluasi secara rutin setiap enam bulan. Kemudian, perusahaan akan mendapat benchmark, rating atau peringkat.

Untuk yang berminat pada saham-saham bernilai tinggi, saham-saham tersebut secara rutin akan membagikan dividen dengan nilai yang relatif besar. Saham blue chip memang memiliki berbagai keunggulan, misalnya risiko yang lebih rendah. Hal ini menarik bagi para investor atau pemegang saham. Mereka tidak perlu risau dengan berbagai risiko investasi saham karena perusahaan bekerja dengan sistem manajemen yang profesional.

Auto Draft

Sama halnya dengan investasi deposito berbunga, dalam hal ini investor tidak perlu risau akan adanya perubahan nilai ekonomi negara dan faktor lainnya. Pasalnya, perusahaan tersebut telah menguji strategi untuk menghadapi beragam risiko. Alhasil, meski saham blue chip mahal, banyak investor yang menyimpulkan bahwa nilai atau profit yang diperoleh sebanding dan diberikan secara berkala.

Perusahaan dengan blue chip tentu saja memiliki pemegang saham yang menerima dividen yield yang besar secara reguler.

Blue chip dapat dijual ke publik, tetapi peminatnya tidak banyak mengingat harga yang dibanderol lebih tinggi dibandingkan dengan saham lain. Dengan kata lain, blue chip dipersiapkan untuk investor bermodal besar, karena harga atau nilai sahamnya juga sangat besar. Investor yang bermodal besar bisa ikut serta dalam saham blue chip tersebut.

Anda dapat mencoba berinvestasi di reksadana saham jika masih ragu untuk membeli saham sendiri. Pastikan Manajer Investasi yang mengelola portofolio anda menaruh uang anda di saham yang berfundamental bagus.